Oh ya berhubung artikel yang akan saya bahas kali ini cukuppanjang karena disertakan beberapa cerita inspiratif maka saya membaginya dalam beberapa seri seperti biasanya. Ya topik kita kali ini adalah masalah. Ya kata"masalah" mungkin sudah tak asing lagi kita dengar, bahkan kata"masalah" telah menjadi hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita dan hal itu telah menjadikannya bernilai negatif. Tapi ya mana mungkin? Bukankah Tuhan menciptakan sesuatu dengan segala manfaat dan alasan? Maka dari itu, mungkin disini saya akan meluruskan poin ini. Langsung saja, here we go... Mau? Mau? Mau?
***
M asalah, masalah dan masalah yang memang selalu kita hadapi dalam hidup ini. Kata-kata masalah memang sudah tak asing bahkan telah bercampur pilu dengan memori-memori kehidupan kita. Masalah adalah salah satu kata yang dapat memutar kembali tayangan-tayangan kehidupan yang bersemayam di pikiran kita. Masalah adalah satu hal yang dapat membuat kita menangis, putus asa dan terpuruk namun ia dapat merubah kita menjadi satu sosok yang lebih baik dari sebelumnya.
Kesalahan Presepsi
Di post sebelumnya pernah saya katakan bahwa kehidupan ini dipengaruhi oleh presepsi, beda presepsi maka berbeda pula hasil akhir yang didapat. Dan begitu puladalam kategori masalah ini, banyak orang beranggapan bahwa kita harus menghindari masalah, banyak orang yang mencari-cari tips untuk menghindari masalah tapiapa yang terjadi? Apakah hidup mereka menjadi aman damai dan tentram dari masalah?
Dalam hidup seringkali kita dihadapkan kepada sebuah pilihan dan dibalik pilihan itu pasti selalu ada masalah yang menanti kita. Dan ketika saat itu tiba kita pasti menimbang-nimbang pilihan yang harus kita ambil. Ya memang tidak salah, pemikiran dan pertimbangan adalah hal yang bijaksana. Namun bagaiman jika kita takut dengan masalah dan hal itu membuat kita menghindarinya? Kalau menurut saya sendiri, masalah itu bukanlah hal yang patut kita takuti. Tak sedikitpun.
Masalah hanyalah sebuah cobaan, dapat berupa sebuah teguran dari Tuhan. Masalah bukanlah untuk dihindari melainkan untuk dijalani, justru dengan menghindari hanya akan melahirkanmasalah yang baru namun dengan kita menjalani suatu masalah dan dapat menyelesaikan pada akhirnya kita akan mengalami evolusi perubahan sikap yang lebih baik. Untuk lebih memahaminya kitasimak kisah dibawah ini.
***
Terpetiklah sebuah kisah tentang adanya seorang anak lelakiyang dengan riangnya bermain-main dibawah rindangnya sebuah pohon. Ketika sedang asiknya bermain, tak sengaja ia melihat sebuah kepompong bergelantungan, anak itupun diam, ia penasaran dan tertarik dengan kepompong itu. Perlahan ia mendekatinya dan diambilnya kepompong tersebut dan tampaklah ada sebuah lubang kecil disana.
Anak itu tertegun mengamati lubang kecil tersebut karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Ya kepompong ini akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia berjuang, berjuang untuk keluar dan dapat menghirup udara segar. Kupu-kupu itu terus mencoba untukmelewati lubang tersebut yang bahkan tak lebih besar dari ukuran badannya sendiri. Namun suatu saat Ia berhenti, ia terlalu lelah untuk bisa keluar. Kupu-kupu itupun berbisik pada anak lelaki yang sedari tadi memperhatikannya"Tolonglah aku, aku terlalu besar untuk dapat keluar dari lubang ini" Melihat usahanya yang sia-sia si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya
Anak itupun merasa iba, dengan cekatan ia mengambil sebuah gunting dan berusaha mengeluarkan kupu-kupu tersebut. Dengan hati-hati ia mencoba membuka kulit kepompong dan Eureka ! Kulit kepompong pun dapat terbuka sehingga si kupu-kupu pun dapat menghirup udara segar, kupu-kupu tersebut merasa sangat senang ia mencoba mengembangkan sayapnya dan terbang ! Dan Haapp.. apa yang terjadi? Kupu-kupu tersebut terjatuh, ia tidak bisa terbang, mungkin sayapnya yg kecil tidak bisa mengangkat tubuhnya yang terlalu penuh dengan cairan itu. Ya, seharusnya kupu-kupu tersebut melewati lubang kecil yag ada pada ujung kulit kepompong tersebut dengan begitu cairan yang ada ditubuhnya dapat tertekan dan tersalur kepada sayapnya sehingga sayapnya dapat mengembang dan melebar. Namun apa daya? Nasi telah menjadi bubur, kupu-kupu cacat seumur hidup, ia menghabiskan sisawaktu hidupnya dengan menggeliatmengelilingi anak tersebut.
Anak itupun sadar, ia salah menilai. Usaha yang ia lakukan hanya memperburuk keadaan. Tidak seharusnya ia membantu keluar kupu-kupu itu, karena bahwa sesungguhnya perjuangan dan keberhasilan kupu-kupu itu melewati lubang dengan kekuatan sendiri adalah momen dimana kupu-kupu telah berkembang menjadi sesosok kupu-kupu dewasayang kuat, yang dapat mengembangkan sayapnya dan terbang bersama rekannya melintasi cakrawala
***
Masalah Hadir Bukan Tanpa Alasan
Ya masalah yang diberikan oleh Tuhan untuk kita adalah sebuah kebaikan untuk kita sendiri. Ingat? Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa sebab dan manfaat. Masalah tidak hadir dengan tanpa alasan begitu saja. Justru masalah inilah yang membuat terus kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Tuhan tidak bodoh dengan menciptakan masalah untuk kita. Justru karena Dia sayang pada kitaumat manusialah masalah itu diciptakan sedemikian rupa. Namun, jika kita sadari di Kitab Suci (Al-Qur’an) pun Allah bersabda dan menjanjikan yang intinya adalah masalah yang diturunkan kepada kita, tidak akan pernah melebihi batas kemampuan kita untuk menyelesaikannya.
Artinya, Allah sudah tahu seberapa besar kemampuan kita untuk menerima masalah tersebut. Orang yang sangat amat lemah, tentu porsi masalahnya lebih sedikit. Sedangkan orang yang punya banyak kelebihan, masalahnya juga banyak. Coba bandingkan, karyawan sama pemilikbisnis masalahnya banyak mana? Ya pemilik bisnis lah. Karena masalah karyawan juga ikut menjadi masalah pemilik bisnis. Tuhan tidak memberikan kita sesuatu dengan sia-sia, meski itu sebuah nikmat. Ia akan memberikan cobaan-Nya terlebih dahulu dan menguji apakah kita pantas menerima nikmat-Nya atau tidak. Bukankah kita lebih bahagia ketika berhasil mendapatkan sesuatu dengan kerja keras?
“Kita meminta kekuatan, dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kitajadi kuat. Kita meminta kebijaksanaan, dan Tuhan memberikita masalah-masalah yang harus dipecahkan. Kita meminta kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan dan kekuatan untuk bekerja. Kita meminta Keberanian, dan Tuhan memberikan masalah untuk dihadapi. Kita meminta cinta dan Tuhan memberi kita orang-orang untuk kita bantu. Kita meminta pertolongan dan Tuhan memberi kita kesempatan"
“Tidak pernah dicapai sesuatu yang sangat baik, kecuali oleh mereka yang berani percaya bahwa sesuatu di dalam diri mereka itu unggul dibandingkan keadaan “ – Bruce Barton
To be continued ...
Terimakasih dan semoga bermanfaat
Total Tayangan Halaman
Rabu, 13 April 2011
Cara mengenal diri sendiri bagian 4
Halo bloggers and readers ! Di tulisan kali ini saya akan menulis tentang cara mengenali diri sendiri, seperti apa yang saya katakan di post sebelumnya, oh ya bagi kalian yang belum membaca part 3 boleh klik disini , part 2 klik disini dan part 1 silakan klik disini . Tanpa banyak kata lagi, langsung kita mulai. Mau?mau? mau?
***
Mengenali diri sendiri adalah hal sangat amat penting dalam hidup ini karena mengenali diri sendiri adalah kunci proses pergembangandiri. Dengan mengenali diri sendiri, seseorang akan menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta keterbatasan dan kekurangan diri sendiri, sehingga orang tersebut dapat menempatkan diri dalam pergaulan. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya dan ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Selain itu orang yang mengenali dirinya dapat mengolah kemampuan serta bakat-bakat (potensi) yang ia miliki demi mencapai tujuannya.
Setiap orang memiliki metode tersendiri untuk mengenal dirinya, meskipun begitu masih banyak orang yang belum mengenali dirinya sendiri secara utuh. Hal ini saya rasa adalah sebuah penyakit kronis yang dampaknya dapat berupa "hilangnya jati diri" seseorang. Banyak cara mengenali diri sendiri, mulai dari yang sederhana hingga yang mulai sulit. Sekarang kita menggunakan cara-cara sederhanasaja, dan hasilnya bergantung dari penilaian kita akan jawaban diri kitasendiri maka setiap orang pasti berbeda. Berbeda dengan kuis-kuisyang hasilnya kira-kira sudah ditentukan. Hasilnya sangat bergantung pada daya tilik diri. "Apa yang dimaksud dengan daya tilik diri? " Daya tilik diri adalah suatukemampuan untuk menilai diri sendiri. "Apa yang harus kita nilai dari diri kita sendiri?" Sangat banyak. Berikut merupakan cara-cara yang saya temukan dan saya gabungkan dengan pemikiran saya sendiri. Here we go...
***
Coba bayangkan bahwa diri kalian sedang menghadap pada sebuah cermin yang bening dan besar hingga kalian bisa melihat semua yang ada pada diri kalian. Kalian melihat sesosok makhluk yang tak asing lagi sedang berdiri tegak, bayangkan bahwa kalian sedang menatap dalam-dalam orang yang selama ini kamu kenal itu, setiap lekukan wajahnya, setiap gerak-geriknya, dan setiap hembusan nafasnya.
"Apakah dia itu saya?"
Coba pikirkan, seberapa besar kalian mengenal diri kalian sendiri? Seberapa erat hubunganmu dengan dirimu sendiri? Apakah hubungan kalian dengan diri sendiri mengalahkan hubungan kalian dengan orang lain? Ataukah kalian terlalu bersemangat berhubungan dengan orang lain hingga lupa untuk mengenal diri sendiri? Cobalah ambil secarik kertas dan tuliskan apapun label yang menempel pada diri kalian sendiri mulai dari fisik hingga yang dalam yang seharusnya patut kalian ketahui. Mampukah kalian mengenal diri kalian melalui data-data yang kalian tulis sendiri sembari melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin pernah ditanamkan dalam benak kalian? Mampukah kalian melihat dirikalian sendiri melalui data-data yang kalian tulis dengan cara pandang yang polos dan sederhana? Apakah kalian bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa kalian kenakan dalam kehidupan sehari-hari? Cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan seperti biodata dibawah ini.
Nama lengkap—————:
Nama panggilan————–:
Tempat, tanggal lahir———:
Alamat———————–:
Cita-cita———————:
Hobi————————–:
Tinggi badan——————:
Berat badan——————:
Hal-hal yang disukai———:
Hal-hal yang tidak disukai—:
Hal diatas akan memberikan informasi seberapa besar kalian mengenali diri kalian yang paling luar yang bila pada Johari Window hal diatas termasuk Jendela Terbuka yaitu yang diri kita dan orang lain telah ketahui bersama. Yang kedua, tibalah pada daya tilik diri kita. Ambil secarik kertas, dan bagi kertas itu menjadi 2 bagian yang sama besar. Dan coba renungkan dan tanyakan pada diri kalian sendiri dan jawablah daftar kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kalian sendiri. Meskipun dalam Johari Window hal ini termasuk dalam Jendela Buta yaitu yang kita sendiri tidak mengetahuinya namun bukan berarti itu menjadi alasan untuk kitatidak menuliskan kekurangan dan kelebihan kita.
"Tapi apa saya punya kelebihan?""Saya rasa saya hanya memiliki kekurangan saja" Omong kosong ! Sebuah uang logam selalu memiliki dua sisi yang berbeda, begitu pula setiap insan manusia pasti dianugerahi kelebihan yang dapat dikembangkan dalam dirinya sekaligus kekurangan yang perlu terus menerus diperbaikinya. Tidak ada seorang pun yang melulu dilimpahi oleh kelebihan atau hanyadibebani oleh kekurangan. Kekurangan dan kelebihan yang selalu hadir dalam diri setiap manusia ini bukan untuk disombongkan atau ditangisi, melainkan untuk dikenali lalu dikembangkan atau diperbaiki. Kedua sisi itu saling mengisi dan saling melengkapi lalu menjadi apa yang saya anggap sebagai manusia hebat
Daftar kelebihan yang kumiliki
1. ………………………………….
2. ………………………………….
3. ………………………………….
4. ………………………………….
5. ………………………………….
6. ………………………………….
7. ………………………………….
Daftar kekurangan yang kumiliki
1. ………………………………….
2. ………………………………….
3. ………………………………….
4. ………………………………….
5. ………………………………….
6. ………………………………….
7. ………………………………….
Ada beragam kelebihan atau kekurangan yang dimiliki seseorang. Suatu keadaan dikatakan kelebihan bila merupakanhal yang positif, membangun, atau memberikan dampak yang baik bagidiri sendiri maupun orang lain sedangkan kekurangan cenderung memberikan dampak yang negatif. Bukankah kalian memiliki kelebihan dan kekurangan? Maka dari itu cobalah untuk tidak membandingkan kekurangan diri dengan kelebihan orang lain karenahal itu adalah salah satu hal yang menjadi perusak kehidupan. Baiklahsetelah kita coba menilai diri kita dalam hal kekurangan dan kelebihan, sekarang kita menilai diri dari hal yang kasat mata seperti fisik maupun sifat. Untuk menilainyacobalah kalian menuliskan tentang apa-apa yang menjadi ciri khas dalam hal fisik pada tubuh kalian serta ciri khas dalam hal sifatnya sendiri.
Ciri khas diriku dalam hal fisik atau penampilan adalah :
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
Ciri khas diriku dalam hal sifat adalah :
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
Baiklah jika kalian sudah melakukan hal-hal diatas secara tersistematis, setidaknya kalian sudah mengetahui karakteristik diri kalian sendiri, kelebihan dan kekurangan diri serta hal-hal yang belum pernah kalian sadari sebelumnya. Saatnya kalian mengeluarkan uneg-uneg atau hal-hal yang lainnya.
Pertama cobalah putar kembali layar tayangan kehidupan kalian dan jawablah tentang apa yang telah kalian lakukan, apa yang sedang kalian lakukan, dan apa yang akan kalian lakukan. Bila kita berada pada pernyataan yang pertama, yaitu 'yang telah dilakukan', maka otomatis kita akan kembali untuk melihat apa yang sudah terjadi dan pernah kita lakukan di masa lampau. Hal ini sangat berguna untuk mengenali kesalahan-kesalahan yang pernah diri kita perbuat dan otomatis hal inimenjadi media bagi kita untuk memperbaiki diri atas kesalahan dan kekhilafan yang sudah kita perbuat tersebut. Selain itu pertanyaan tersebut akan menjadikan kesalahan-kesalahan diri menjadi sebuah pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran di hari kelak agar hal yang sama tidak terulangi lagi. Siapa bilang hal sudah lalu tidak perlu kita lihat lagi? Bukankah sebuah sejarah pun sering kali harus dipelajari kembali?
Lanjut ke pertanyaan kedua, tentang 'yang sedang dilakukan' kalau ini bisa memudahkan kita untuk mengetahui tentang apa-apayang sedang kita lakukan khususnya akhir-akhir ini. Lalu juga untuk mengetahui tentang apa yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari sehingga kitadapat lebih mudah mencukupi dan menentukan hal-hal yang dibutuhkan untuk menentukan langkah diri kita setiap harinya. Dalam merenungkan pertanyaan iniada baiknya kita coba untuk hilangkan pikiran negatif dan kebiasaan mengadili serta membandingkan diri, coba hapus kebiasaan membandingkan keburukan diri dengan kelebihan orang lain, bukankah itu adalah salah satu perusak kehidupan? Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah kitauntuk mencapai tujuan. Setiap kali kita menghadapi hambatan, janganmenyalahkan orang lain justru hal ini menuntut kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah-langkah yang telah kita ambil mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika kita telah menemukan jalan yang mantap.
Untuk yang ketiga tentang 'yang akan dilakukan' akan sedikit berbeda dengan yang lain, kali ini kita dipaksa untuk memikirkan masadepan, pada pertanyaan kali ini kitaakan mengenali tentang apa yang sesungguhnya kita inginkan, tentang apa yang akan menjadi tujuan hidup kita di hari kelak, cita-cita yang akan tumbuh di benak kita serta kita dipaksa untuk memikirkan harapan hidup yang kanselalu bersinar mengelilingi pundak kita. Apalah artinya kehidupan yang kita jalani tanpa memiliki suatutujuan dan harapan. Tentukan tujuan hidup baik itu tujuan dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis disini maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi kita, meskipun terkadang terkesan sedikit mustahilasalkan diikuti oleh semangat untukmencapainya itu sah-sah saja. Selain itu kita harus mencoba mengenali motivasi hidup kita..Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasihidup kita, apa yang bisa melecut semangat kita untuk menghasilkan karya terbaik.
***
Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan kebahagiaan dan gairah hidup. Bila kalian benar-benar mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan potensi dan bakat, tentunya kalian akan menemukan kegembiraan dan energi yang luar biasa besar. Kegiatan di atas yang telah kalian lakukan hanyalah selembar kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu kebahagiaan dalam diri. Tentu saja 4 point yang kalia tulis takkan cukup untuk benar-benar mengenaldiri, karena mengenal diri adalah proses yang terus berjalan – bahkanhingga akhir hayat. Namun setidaknya, dengan sedikit demi sedikit menguak apa yang ada dalam diri, anda akan menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa sebuah kebahagiaan yang sejati sesungguhnya berasal dari hal-hal sederhana yang hanya kalian temukan dalam diri.
"Jawablah dengan jujur, apakah kalian benar-benar telah mengenal diri anda sendiri?"
Ada banyak metode untuk mengenal diri sendiri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner-kuisioner. Apa pun bentukmetode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Meskipundaya tilik diri seseorang telah sangat tinggi namun apabila kejujuran pada diri sendiri tidak ia tanamkan jelas mengisi kuisioner adalah hal yang sia-sia. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain, atau biasanya mereka tidak ingin kekurangannya itu diketahui oleh orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.
"Orang yang memiliki pengetahuan tentang alam semesta, tetapi tidak mengenal dirinya sendiri sama saja dengan tidak tau apa-apa." Jean De La Fontaine, 1679.
***
Mohon maaf apabila banyak kesalahan pada artikel ini maupun artikel-artikel sebelumnya, karena sesungguhnya saya hanya seorangmanusia biasa dan seorang hamba-Nya yang tak pernah luput dari kesalahan dan kesempurnaan hanyalah milik-Nya semata.
Terimakasih dan semoga bermanfaat...
***
Mengenali diri sendiri adalah hal sangat amat penting dalam hidup ini karena mengenali diri sendiri adalah kunci proses pergembangandiri. Dengan mengenali diri sendiri, seseorang akan menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta keterbatasan dan kekurangan diri sendiri, sehingga orang tersebut dapat menempatkan diri dalam pergaulan. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya dan ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Selain itu orang yang mengenali dirinya dapat mengolah kemampuan serta bakat-bakat (potensi) yang ia miliki demi mencapai tujuannya.
Setiap orang memiliki metode tersendiri untuk mengenal dirinya, meskipun begitu masih banyak orang yang belum mengenali dirinya sendiri secara utuh. Hal ini saya rasa adalah sebuah penyakit kronis yang dampaknya dapat berupa "hilangnya jati diri" seseorang. Banyak cara mengenali diri sendiri, mulai dari yang sederhana hingga yang mulai sulit. Sekarang kita menggunakan cara-cara sederhanasaja, dan hasilnya bergantung dari penilaian kita akan jawaban diri kitasendiri maka setiap orang pasti berbeda. Berbeda dengan kuis-kuisyang hasilnya kira-kira sudah ditentukan. Hasilnya sangat bergantung pada daya tilik diri. "Apa yang dimaksud dengan daya tilik diri? " Daya tilik diri adalah suatukemampuan untuk menilai diri sendiri. "Apa yang harus kita nilai dari diri kita sendiri?" Sangat banyak. Berikut merupakan cara-cara yang saya temukan dan saya gabungkan dengan pemikiran saya sendiri. Here we go...
***
Coba bayangkan bahwa diri kalian sedang menghadap pada sebuah cermin yang bening dan besar hingga kalian bisa melihat semua yang ada pada diri kalian. Kalian melihat sesosok makhluk yang tak asing lagi sedang berdiri tegak, bayangkan bahwa kalian sedang menatap dalam-dalam orang yang selama ini kamu kenal itu, setiap lekukan wajahnya, setiap gerak-geriknya, dan setiap hembusan nafasnya.
"Apakah dia itu saya?"
Coba pikirkan, seberapa besar kalian mengenal diri kalian sendiri? Seberapa erat hubunganmu dengan dirimu sendiri? Apakah hubungan kalian dengan diri sendiri mengalahkan hubungan kalian dengan orang lain? Ataukah kalian terlalu bersemangat berhubungan dengan orang lain hingga lupa untuk mengenal diri sendiri? Cobalah ambil secarik kertas dan tuliskan apapun label yang menempel pada diri kalian sendiri mulai dari fisik hingga yang dalam yang seharusnya patut kalian ketahui. Mampukah kalian mengenal diri kalian melalui data-data yang kalian tulis sendiri sembari melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin pernah ditanamkan dalam benak kalian? Mampukah kalian melihat dirikalian sendiri melalui data-data yang kalian tulis dengan cara pandang yang polos dan sederhana? Apakah kalian bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa kalian kenakan dalam kehidupan sehari-hari? Cobalah jawab pertanyaan-pertanyaan seperti biodata dibawah ini.
Nama lengkap—————:
Nama panggilan————–:
Tempat, tanggal lahir———:
Alamat———————–:
Cita-cita———————:
Hobi————————–:
Tinggi badan——————:
Berat badan——————:
Hal-hal yang disukai———:
Hal-hal yang tidak disukai—:
Hal diatas akan memberikan informasi seberapa besar kalian mengenali diri kalian yang paling luar yang bila pada Johari Window hal diatas termasuk Jendela Terbuka yaitu yang diri kita dan orang lain telah ketahui bersama. Yang kedua, tibalah pada daya tilik diri kita. Ambil secarik kertas, dan bagi kertas itu menjadi 2 bagian yang sama besar. Dan coba renungkan dan tanyakan pada diri kalian sendiri dan jawablah daftar kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri kalian sendiri. Meskipun dalam Johari Window hal ini termasuk dalam Jendela Buta yaitu yang kita sendiri tidak mengetahuinya namun bukan berarti itu menjadi alasan untuk kitatidak menuliskan kekurangan dan kelebihan kita.
"Tapi apa saya punya kelebihan?""Saya rasa saya hanya memiliki kekurangan saja" Omong kosong ! Sebuah uang logam selalu memiliki dua sisi yang berbeda, begitu pula setiap insan manusia pasti dianugerahi kelebihan yang dapat dikembangkan dalam dirinya sekaligus kekurangan yang perlu terus menerus diperbaikinya. Tidak ada seorang pun yang melulu dilimpahi oleh kelebihan atau hanyadibebani oleh kekurangan. Kekurangan dan kelebihan yang selalu hadir dalam diri setiap manusia ini bukan untuk disombongkan atau ditangisi, melainkan untuk dikenali lalu dikembangkan atau diperbaiki. Kedua sisi itu saling mengisi dan saling melengkapi lalu menjadi apa yang saya anggap sebagai manusia hebat
Daftar kelebihan yang kumiliki
1. ………………………………….
2. ………………………………….
3. ………………………………….
4. ………………………………….
5. ………………………………….
6. ………………………………….
7. ………………………………….
Daftar kekurangan yang kumiliki
1. ………………………………….
2. ………………………………….
3. ………………………………….
4. ………………………………….
5. ………………………………….
6. ………………………………….
7. ………………………………….
Ada beragam kelebihan atau kekurangan yang dimiliki seseorang. Suatu keadaan dikatakan kelebihan bila merupakanhal yang positif, membangun, atau memberikan dampak yang baik bagidiri sendiri maupun orang lain sedangkan kekurangan cenderung memberikan dampak yang negatif. Bukankah kalian memiliki kelebihan dan kekurangan? Maka dari itu cobalah untuk tidak membandingkan kekurangan diri dengan kelebihan orang lain karenahal itu adalah salah satu hal yang menjadi perusak kehidupan. Baiklahsetelah kita coba menilai diri kita dalam hal kekurangan dan kelebihan, sekarang kita menilai diri dari hal yang kasat mata seperti fisik maupun sifat. Untuk menilainyacobalah kalian menuliskan tentang apa-apa yang menjadi ciri khas dalam hal fisik pada tubuh kalian serta ciri khas dalam hal sifatnya sendiri.
Ciri khas diriku dalam hal fisik atau penampilan adalah :
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
Ciri khas diriku dalam hal sifat adalah :
1. ………………………………………
2. ………………………………………
3. ………………………………………
4. ………………………………………
5. ………………………………………
Baiklah jika kalian sudah melakukan hal-hal diatas secara tersistematis, setidaknya kalian sudah mengetahui karakteristik diri kalian sendiri, kelebihan dan kekurangan diri serta hal-hal yang belum pernah kalian sadari sebelumnya. Saatnya kalian mengeluarkan uneg-uneg atau hal-hal yang lainnya.
Pertama cobalah putar kembali layar tayangan kehidupan kalian dan jawablah tentang apa yang telah kalian lakukan, apa yang sedang kalian lakukan, dan apa yang akan kalian lakukan. Bila kita berada pada pernyataan yang pertama, yaitu 'yang telah dilakukan', maka otomatis kita akan kembali untuk melihat apa yang sudah terjadi dan pernah kita lakukan di masa lampau. Hal ini sangat berguna untuk mengenali kesalahan-kesalahan yang pernah diri kita perbuat dan otomatis hal inimenjadi media bagi kita untuk memperbaiki diri atas kesalahan dan kekhilafan yang sudah kita perbuat tersebut. Selain itu pertanyaan tersebut akan menjadikan kesalahan-kesalahan diri menjadi sebuah pengalaman yang dapat dijadikan pelajaran di hari kelak agar hal yang sama tidak terulangi lagi. Siapa bilang hal sudah lalu tidak perlu kita lihat lagi? Bukankah sebuah sejarah pun sering kali harus dipelajari kembali?
Lanjut ke pertanyaan kedua, tentang 'yang sedang dilakukan' kalau ini bisa memudahkan kita untuk mengetahui tentang apa-apayang sedang kita lakukan khususnya akhir-akhir ini. Lalu juga untuk mengetahui tentang apa yang diperlukan untuk menjalani kehidupan sehari-hari sehingga kitadapat lebih mudah mencukupi dan menentukan hal-hal yang dibutuhkan untuk menentukan langkah diri kita setiap harinya. Dalam merenungkan pertanyaan iniada baiknya kita coba untuk hilangkan pikiran negatif dan kebiasaan mengadili serta membandingkan diri, coba hapus kebiasaan membandingkan keburukan diri dengan kelebihan orang lain, bukankah itu adalah salah satu perusak kehidupan? Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah kitauntuk mencapai tujuan. Setiap kali kita menghadapi hambatan, janganmenyalahkan orang lain justru hal ini menuntut kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah-langkah yang telah kita ambil mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika kita telah menemukan jalan yang mantap.
Untuk yang ketiga tentang 'yang akan dilakukan' akan sedikit berbeda dengan yang lain, kali ini kita dipaksa untuk memikirkan masadepan, pada pertanyaan kali ini kitaakan mengenali tentang apa yang sesungguhnya kita inginkan, tentang apa yang akan menjadi tujuan hidup kita di hari kelak, cita-cita yang akan tumbuh di benak kita serta kita dipaksa untuk memikirkan harapan hidup yang kanselalu bersinar mengelilingi pundak kita. Apalah artinya kehidupan yang kita jalani tanpa memiliki suatutujuan dan harapan. Tentukan tujuan hidup baik itu tujuan dalam jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis disini maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi kita, meskipun terkadang terkesan sedikit mustahilasalkan diikuti oleh semangat untukmencapainya itu sah-sah saja. Selain itu kita harus mencoba mengenali motivasi hidup kita..Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasihidup kita, apa yang bisa melecut semangat kita untuk menghasilkan karya terbaik.
***
Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan kebahagiaan dan gairah hidup. Bila kalian benar-benar mengerjakan sesuatu yang sesuai dengan potensi dan bakat, tentunya kalian akan menemukan kegembiraan dan energi yang luar biasa besar. Kegiatan di atas yang telah kalian lakukan hanyalah selembar kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu kebahagiaan dalam diri. Tentu saja 4 point yang kalia tulis takkan cukup untuk benar-benar mengenaldiri, karena mengenal diri adalah proses yang terus berjalan – bahkanhingga akhir hayat. Namun setidaknya, dengan sedikit demi sedikit menguak apa yang ada dalam diri, anda akan menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa sebuah kebahagiaan yang sejati sesungguhnya berasal dari hal-hal sederhana yang hanya kalian temukan dalam diri.
"Jawablah dengan jujur, apakah kalian benar-benar telah mengenal diri anda sendiri?"
Ada banyak metode untuk mengenal diri sendiri. Salah satunya adalah dengan mengisi kuisioner-kuisioner. Apa pun bentukmetode yang dipilih, tuntutan dasarnya adalah seseorang harus jujur pada dirinya sendiri. Meskipundaya tilik diri seseorang telah sangat tinggi namun apabila kejujuran pada diri sendiri tidak ia tanamkan jelas mengisi kuisioner adalah hal yang sia-sia. Ambil contoh ringan, banyak orang tidak jujur saat mengisi kuisioner mengenai dirinya, terlebih lagi bila hasil kuisioner tersebut dinilai oleh pihak lain. Mereka mengira dengan menulis jawaban yang ideal, mereka akan mendapatkan hasil penilaian yang baik, padahal mereka sedang membohongi diri mereka sendiri, yang justru mengagalkan proses pengembangan diri. Penyebab utamanya adalah karena banyak orang bersikap untuk memenuhi harapan orang lain, atau biasanya mereka tidak ingin kekurangannya itu diketahui oleh orang lain. Ketidakjujuran dan ketidakmampuan untuk bersikap apa adanya membuat mereka tidak menjadi diri mereka sendiri.
"Orang yang memiliki pengetahuan tentang alam semesta, tetapi tidak mengenal dirinya sendiri sama saja dengan tidak tau apa-apa." Jean De La Fontaine, 1679.
***
Mohon maaf apabila banyak kesalahan pada artikel ini maupun artikel-artikel sebelumnya, karena sesungguhnya saya hanya seorangmanusia biasa dan seorang hamba-Nya yang tak pernah luput dari kesalahan dan kesempurnaan hanyalah milik-Nya semata.
Terimakasih dan semoga bermanfaat...
Cara mengenal diri sendiri bagian ke3
Ok seperti apa yang sayakatakan di post sebelumnya, kali ini saya akan memposting tentang guna akan mengenali diri yang sebenarnya juga akan saya kaitkandengan masalah potensi-potensi pada diri. Baiklah langsung saja, mau? mau? mau?
***
Apa kalian pernah mendengar atau mengetahui cerita " The Little Engine That Could" ? Ya, cerita tentang sebuah kereta yang dengan susah payah--lambat dan tersendat--pergi naik ke atas bukit.Lokomotif itu berkata pada keretanya sendiri "Aku bisa ! Aku bisa ! Aku bisa !" hingga akhirnya kereta itu pun berhasil naik. Nah seandainya lokomotif itu tidak yakinbahwa ia bisa itu berarti ia tidak mengenal potensi dirinya kalau sebenarnya ia bisa. Dan terbukti, dalam cerita ini lokomotif tersebut mengenal potensi dirinya dan ia yakin akan potensi itu hingga akhirnya ia berhasil meraih tujuannya.
"Lalu bagaimana dengan kita? Apa kita juga bisa?" Of course ! Why not? Seorang pengarang asal Amerika berkata ia menjadi seorangpemenang karena ia mengenal dirinya sebagai pemenang. Kita hanya perlu mengenal diri kita saja.Kenapa lokomotif itu bisa melakukannya sedangkan kita tidak? Bukankah kita adalah manusia-manusia hebat hasil karya Tuhan? Tuhan menciptakan kita begitu lengkap. Bukan saja organ tubuh, juga bukan sebuah nafas kehidupan, tapi Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita, bahkan telah melengkapi kita dengan talenta-talenta tersendiri, dengan keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda bagi setiap orang dengan tujuan agar kita bisa saling melengkapi. Namun hal ini hanya bisa kita temukan apabila kita telah mengenali diri kita sendiri.
Masih begitu jarang ada orang yang secara sungguh-sungguh ingin mengenali dirinya, padahal dengan mengenali diri sendiri kita dapat menemukan tujuan hidup, keterbatasan dan kelebihan yang ada pada kita khususnya sebuah potensi. Dengan mengenali potensi diri kita dapat lebih mengembangkan dan menentukan langkah-langkah yang dirasa "pas" untuk meraih apa yang kita impikan. Namun ironisnya, banyak orang yang tidak mengenali dirinya dan hanya duduk diam serta melihat kemampuan orang lain dengan tatapan iri, minder dan lain-lainnya. Padahal bukankah kita semua memiliki apa itu yang disebutpotensi? Ya jika saja ada keinginan untuk mengenali diri lebih dalam pasti kita akan menemukan apa itu potensi yang dapat kita olah dan dikembangkan untuk menuju awal kesuksesan. Tuhan telah membekalikita dengan segala kekurangan dankelebihan yang bisa kita kembangkan.
Banyak orang yang kebingungan harus menjawab apa ketika ditanyaapa potensi yang ia miliki. Mungkin memang sedikit sulit untuk menjawab hal ini, karena meskipun semua orang memiliki potensi hal itutidak selalu menonjol sejak awal. Pada sebagian orang, potensi-potensi mungkin sudah terlihat semenjak ia kecil namun bagi sebagian lagi hal itu tidak terlihat. Seperti contoh saya sendiri saat kecil seakan tidak memiliki potensi apapun dan mungkin--menurut orang-orang terdekat--potensi ini barulah muncul akhir-akhir ini. Banyak cara mengetahui potensi diri, salah satunya dari kepribadian diri yang ada. Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yangterkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam, yaitu :
*.Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah : Bersikap hati-hati, mengikuti arus , metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel , pemalu, tidak mau menonjolkan diri,patuh, teratur , tekun, praktis, cermat, sopan, tidak imajinatif. Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer dan akuntan.
*.Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmatipergaulan, ramah, dermawan, sukamenolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, hangat. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, konsultan manajemen
*.Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, instrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, tidak terlalu disukai orang. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, dosen
*.Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, disukai banyak orang. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis,musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, kritikus seni.
*.Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata , keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun dan cermat. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, petani.
*.Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, siap mencoba apapun. Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, wiraswasta
Jadi kepribadian manakah kalian? Jadi sudahkah mengenali potensi kalian? Oh ya dengan catatan, jika tipe kepribadian dengan pekerjaan yang kalian inginkan atau potensi yang kalian miliki dirasa tidak cocok maka tipe kepribadian ini tidak perludijadikan panutan.
Ok cukup sampai disini, untuk cara mengenali diri sendiri akan saya post di artikel selanjutnya yang sekaligus menutup seri mengenali diri sendiri. Mengenali Diri Sendiri (part 4)
"Mengenali diri sendiri adalahkunci untuk mengenal dunia" dikutip dari kata-kata Riz Raharyan :D
Terimakasih dan semoga bermanfaat..
***
Apa kalian pernah mendengar atau mengetahui cerita " The Little Engine That Could" ? Ya, cerita tentang sebuah kereta yang dengan susah payah--lambat dan tersendat--pergi naik ke atas bukit.Lokomotif itu berkata pada keretanya sendiri "Aku bisa ! Aku bisa ! Aku bisa !" hingga akhirnya kereta itu pun berhasil naik. Nah seandainya lokomotif itu tidak yakinbahwa ia bisa itu berarti ia tidak mengenal potensi dirinya kalau sebenarnya ia bisa. Dan terbukti, dalam cerita ini lokomotif tersebut mengenal potensi dirinya dan ia yakin akan potensi itu hingga akhirnya ia berhasil meraih tujuannya.
"Lalu bagaimana dengan kita? Apa kita juga bisa?" Of course ! Why not? Seorang pengarang asal Amerika berkata ia menjadi seorangpemenang karena ia mengenal dirinya sebagai pemenang. Kita hanya perlu mengenal diri kita saja.Kenapa lokomotif itu bisa melakukannya sedangkan kita tidak? Bukankah kita adalah manusia-manusia hebat hasil karya Tuhan? Tuhan menciptakan kita begitu lengkap. Bukan saja organ tubuh, juga bukan sebuah nafas kehidupan, tapi Tuhan telah memberikan yang terbaik bagi kita, bahkan telah melengkapi kita dengan talenta-talenta tersendiri, dengan keunikan dan kemampuan yang berbeda-beda bagi setiap orang dengan tujuan agar kita bisa saling melengkapi. Namun hal ini hanya bisa kita temukan apabila kita telah mengenali diri kita sendiri.
Masih begitu jarang ada orang yang secara sungguh-sungguh ingin mengenali dirinya, padahal dengan mengenali diri sendiri kita dapat menemukan tujuan hidup, keterbatasan dan kelebihan yang ada pada kita khususnya sebuah potensi. Dengan mengenali potensi diri kita dapat lebih mengembangkan dan menentukan langkah-langkah yang dirasa "pas" untuk meraih apa yang kita impikan. Namun ironisnya, banyak orang yang tidak mengenali dirinya dan hanya duduk diam serta melihat kemampuan orang lain dengan tatapan iri, minder dan lain-lainnya. Padahal bukankah kita semua memiliki apa itu yang disebutpotensi? Ya jika saja ada keinginan untuk mengenali diri lebih dalam pasti kita akan menemukan apa itu potensi yang dapat kita olah dan dikembangkan untuk menuju awal kesuksesan. Tuhan telah membekalikita dengan segala kekurangan dankelebihan yang bisa kita kembangkan.
Banyak orang yang kebingungan harus menjawab apa ketika ditanyaapa potensi yang ia miliki. Mungkin memang sedikit sulit untuk menjawab hal ini, karena meskipun semua orang memiliki potensi hal itutidak selalu menonjol sejak awal. Pada sebagian orang, potensi-potensi mungkin sudah terlihat semenjak ia kecil namun bagi sebagian lagi hal itu tidak terlihat. Seperti contoh saya sendiri saat kecil seakan tidak memiliki potensi apapun dan mungkin--menurut orang-orang terdekat--potensi ini barulah muncul akhir-akhir ini. Banyak cara mengetahui potensi diri, salah satunya dari kepribadian diri yang ada. Secara umum dan singkat tipe kepribadian manusia menurut Psikolog dari Amerika yangterkenal dengan JL Holland dapat dibedakan dengan 6 macam, yaitu :
*.Tipe Kepribadian Konvensional
Ciri ciri dari kepribadian konvensional adalah : Bersikap hati-hati, mengikuti arus , metodis, efisien, cermat, tidak fleksibel , pemalu, tidak mau menonjolkan diri,patuh, teratur , tekun, praktis, cermat, sopan, tidak imajinatif. Pekerjaan yang cocok untuk tipe konvensional adalah : resepsionis, sekretaris, klerek, operator komputer dan akuntan.
*.Tipe Kepribadian Sosial
Ciri-ciri kepribadian konvensional adalah: menyukai orang, menikmatipergaulan, ramah, dermawan, sukamenolong, baik hati, mudah berempati, persuasif, sabar, suka bekerja sama, bertanggungjawab bijaksana, hangat. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: Guru, ibu rumah tangga, konsultan manajemen
*.Tipe Kepribadian Investigative
Ciri-ciri Kepribadian investigative adalah rasional, analitis, kompleks, selalu ingin tahu, teliti, senang menyendiri, instrospektif, pemalu, penuh kehati-hatian, tidak terburu-buru, tidak terbawa emosi, tidak terlalu disukai orang. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini: ilmuwan, dokter, penerjemah, surveyor, peneliti, dosen
*.Tipe Kepribadian Artisitik
Ciri-ciri Tipe Kepribadian artisitik adalah tidak rapi, emosional, impulsive, tiakpraktis, mandiri, instrospektif, imajinatif, orisional, tidak senang, mengikuti arus, intuitif, peka, terbuka, disukai banyak orang. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini adalah: penulis,musisi, jurnalis, seniman, disainer, actor, kritikus seni.
*.Tipe Kepribadian Realistis
Ciri-ciri kepribadian realistis adalah tidak suka omong kosong, tidak suka mengumbar janji atau kata-kata , keras kepala, materialistis, praktis, menjauhi diri dari pergaulan social, sedikit bergaul, bersikap wajar tidak dibuat-buat, berterus terang, cenderung mengikuti arus, fleksibel, tekun dan cermat. Pekerjaan yang cocok untuk tipe ini antara lain : sopir, pilot, mekanik, juru masak, petani.
*.Tipe Kepribadian Pengusaha
Ciri-ciri tipe kepribadian pengusaha adalah gigih, ambisius, menyenangkan, mendominasi, menyukai petualangan, suka coba-coba, terkadang bertindak berlebihan, suka berbicara, penuh rasa percaya diri, sangat optimis, siap mencoba apapun. Pekerjaan yang cocok untuk kepribadian ini adalah : penjual, eksekutif, manajer, wiraswasta
Jadi kepribadian manakah kalian? Jadi sudahkah mengenali potensi kalian? Oh ya dengan catatan, jika tipe kepribadian dengan pekerjaan yang kalian inginkan atau potensi yang kalian miliki dirasa tidak cocok maka tipe kepribadian ini tidak perludijadikan panutan.
Ok cukup sampai disini, untuk cara mengenali diri sendiri akan saya post di artikel selanjutnya yang sekaligus menutup seri mengenali diri sendiri. Mengenali Diri Sendiri (part 4)
"Mengenali diri sendiri adalahkunci untuk mengenal dunia" dikutip dari kata-kata Riz Raharyan :D
Terimakasih dan semoga bermanfaat..
Selasa, 12 April 2011
Cara mengenal diri sendiri bagian ke 2
saya hanya ingin menguraikan mengenai penilaian pada diri kita baik dari orang lain maupun diri kita sendiri dan mungkin juga sedikit berhubungan dengan kelebihan atau kekurangan oh ya dengan catatan tanpa ada cara mengenali diri. Kalau untuk cara atau trik mengenali diri sendiri mungkin pada post lanjutan part 4. Ok langsung saja. Mau? mau? mau?
***
Dalam pergaulan yang kita lakukan,kita telah dikenal oleh begitu banyak orang dan tentunya setiap orang memiliki penilaian-penilaian tersendiri yang berbeda tentang diri kita di mata mereka, namun sebagai diri sendiri--meskipun terkadang masih saja ada orang yang belum mengenali dirinya(termasuk saya sendiri)-- setiap orang memiliki penilaian terhadap dirinya sendiri. Pada kenyataannya penilaian dari orang lain sering kali tidak pas atau tidak cocok dengan apa yang kita rasakan. Namun bukan berarti penilaian diri sendiri itu lebih akurat dibandingkan penilaian orang lain. Karna penilaian terhadap diri sendiribukan sekedar "ini diri saya, maka saya yang tahu" ataupun "gimana saya dan terserah saya". Untuk pembuktiannya, saya sedikit mengarang cerita namun berdasarkan kenyataan yang sering terjadi.
***
Berhubung saya malas memberi nama sebutlah saja sebagai Mr. X. Dia seorang laki-laki yang cerdas di bidang akademis. Berperawakan tinggi dan berkulit sawo matang, berwajah tegas dengan rambut yang sedikit bergelombang. Memilikisifat yang baik dan ramah membuatnya telah banyak disukai orang, namun sayang seribu sayang. Ia memiliki sedikit kecacatan fisik, kakinya telah cacatsedari lahir padahal siapa yang menginginkannya? Ia menganggap dirinya bukanlah apa-apa dibandingkan teman-teman normalnya, ia selalu merasa minder dan karna itu ia telah menilai bahwadirinya tidak patut diperhitungkan, ia menilai bahwa dirinya bernilai rendah di mata orang lain.
Namun siapa yang tahu dengan penilaian orang lain? Di mata orang lain, ia hanyalah seorang laki-laki yang nyaris sempurna. Semua orang menghormati karna kecerdasannya, semua orang menyukainya karna keramahannya bahkan keteguhan hatinya telah banyak menginspirasikan orang-orang hingga ia dihargai, tidak seperti apa yang ia pikirkan. Namunia hanya memandang sebelah matapadahal positif yang ia punya itu, baginya ia hanyalah seorang laki-laki cacat yang tak layak diperhitungkan, dimatanya semua orang memandang hina dan mendang sebelah mata padanya. Ia terlalu menilai rendah dirinya.
Akan tetapi berbeda dengan seorang wanita yang sebut saja ia Miss N. Seorang wanita muda yang cerdas dan cantik, berperawakan tinggi dan ideal, berkulit putih dengan rambut hitamnya yang lurus sebahu. Ia telah hidup mandiri melalui penghasilan pekerjaannya yang memiliki jabatantinggi yang jelas ia sungguh hebat. Mendengar deskripsi akan dirinya kita dapat berasumsi bahwa ia adalah orang yang mungkin memilikihidup yang hampir sempurna dan dengan semua itu pastinya ia percaya diri. Pada kenyataannya memang demikan. Namun sayang, semua itu telah memunculkan berjuta ego baginya. Ia terlalu mengagungkan potensi yang ada pada dirinya hingga memandang mudah semua masalah.
Begitupula dihadapan rekan-rekannya, ia tak sungkan-sungkan merendahkan orang lain ataupun menjelekkan atasannya sendiri. Hingga orang-orang sering berkata"Memangnya siapa dia berani berkata seperti itu?" " Kasihan, Ia sudah tidak mengenali dirinya lagi" Semua orang telah mencapnya dengan label orang yang angkuh dan tidak tahu malu begitu terbalik dengan penilaiannya pada diri sendiri.
***
Kisah di atas adalah contoh ketidakakuratan penilaian diri sendiri. Dalam psikologi terdapat sebuah konsep tentang pengenalan diri yang disebut sebagai Johari Window atau Jendela Johari. Nah didalamnya terdapat 4 macam bentuk jendela. Yaitu :
(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah,dan lain-lain.
(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.
Dan menurut saya penilaian pada seseorang termasuk pada "Jendela Buta" dan ini menjadi alasan mengapa sering kali penilaian diri kita tidak sesuai dengan keadaan atau penilai dari orang lain. Bukankah kebanyakan dari kita lebih mudah membuat daftar hal negatif pada diri kita dibandingkan dengan hal positif namun terkadang juga kita lebih mudah membicarakan hal positif pada diri kita daripada hal negatif. Dan menurut saya lagi hal ini karena"Jendela Buta" bahwa terkadang hal-hal positif dan negatif pada diri kita lebih mudah dinilai oleh orang lain dan sangat sulit kita ketahui.
Namun bagaimana bila asumsi kita terlalu jauh dengan apa yang ada pada kenyataan? Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakahkita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itulantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?
Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan dirikita.
"Lalu untuk apa kita mengenali diri sendiri? " Untuk menjawabnya lebih baik kita lanjutkan di post selanjutnya, sampai jumpa di post selanjutnya
***
Dalam pergaulan yang kita lakukan,kita telah dikenal oleh begitu banyak orang dan tentunya setiap orang memiliki penilaian-penilaian tersendiri yang berbeda tentang diri kita di mata mereka, namun sebagai diri sendiri--meskipun terkadang masih saja ada orang yang belum mengenali dirinya(termasuk saya sendiri)-- setiap orang memiliki penilaian terhadap dirinya sendiri. Pada kenyataannya penilaian dari orang lain sering kali tidak pas atau tidak cocok dengan apa yang kita rasakan. Namun bukan berarti penilaian diri sendiri itu lebih akurat dibandingkan penilaian orang lain. Karna penilaian terhadap diri sendiribukan sekedar "ini diri saya, maka saya yang tahu" ataupun "gimana saya dan terserah saya". Untuk pembuktiannya, saya sedikit mengarang cerita namun berdasarkan kenyataan yang sering terjadi.
***
Berhubung saya malas memberi nama sebutlah saja sebagai Mr. X. Dia seorang laki-laki yang cerdas di bidang akademis. Berperawakan tinggi dan berkulit sawo matang, berwajah tegas dengan rambut yang sedikit bergelombang. Memilikisifat yang baik dan ramah membuatnya telah banyak disukai orang, namun sayang seribu sayang. Ia memiliki sedikit kecacatan fisik, kakinya telah cacatsedari lahir padahal siapa yang menginginkannya? Ia menganggap dirinya bukanlah apa-apa dibandingkan teman-teman normalnya, ia selalu merasa minder dan karna itu ia telah menilai bahwadirinya tidak patut diperhitungkan, ia menilai bahwa dirinya bernilai rendah di mata orang lain.
Namun siapa yang tahu dengan penilaian orang lain? Di mata orang lain, ia hanyalah seorang laki-laki yang nyaris sempurna. Semua orang menghormati karna kecerdasannya, semua orang menyukainya karna keramahannya bahkan keteguhan hatinya telah banyak menginspirasikan orang-orang hingga ia dihargai, tidak seperti apa yang ia pikirkan. Namunia hanya memandang sebelah matapadahal positif yang ia punya itu, baginya ia hanyalah seorang laki-laki cacat yang tak layak diperhitungkan, dimatanya semua orang memandang hina dan mendang sebelah mata padanya. Ia terlalu menilai rendah dirinya.
Akan tetapi berbeda dengan seorang wanita yang sebut saja ia Miss N. Seorang wanita muda yang cerdas dan cantik, berperawakan tinggi dan ideal, berkulit putih dengan rambut hitamnya yang lurus sebahu. Ia telah hidup mandiri melalui penghasilan pekerjaannya yang memiliki jabatantinggi yang jelas ia sungguh hebat. Mendengar deskripsi akan dirinya kita dapat berasumsi bahwa ia adalah orang yang mungkin memilikihidup yang hampir sempurna dan dengan semua itu pastinya ia percaya diri. Pada kenyataannya memang demikan. Namun sayang, semua itu telah memunculkan berjuta ego baginya. Ia terlalu mengagungkan potensi yang ada pada dirinya hingga memandang mudah semua masalah.
Begitupula dihadapan rekan-rekannya, ia tak sungkan-sungkan merendahkan orang lain ataupun menjelekkan atasannya sendiri. Hingga orang-orang sering berkata"Memangnya siapa dia berani berkata seperti itu?" " Kasihan, Ia sudah tidak mengenali dirinya lagi" Semua orang telah mencapnya dengan label orang yang angkuh dan tidak tahu malu begitu terbalik dengan penilaiannya pada diri sendiri.
***
Kisah di atas adalah contoh ketidakakuratan penilaian diri sendiri. Dalam psikologi terdapat sebuah konsep tentang pengenalan diri yang disebut sebagai Johari Window atau Jendela Johari. Nah didalamnya terdapat 4 macam bentuk jendela. Yaitu :
(1) Jendela terbuka. Hal-hal yang kita tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain pun tahu. Misalnya keadaan fisik, profesi, asal daerah,dan lain-lain.
(2) Jendela tertutup. Hal-hal mengenai diri kita yang kita tahu tapi orang lain tidak tahu. Misalnya isi perasaan, pendapat, kebiasaan tidur, dan sebagainya.
(3) Jendela buta. Hal-hal yang kita tidak tahu tentang diri sendiri, tapi orang lain tahu. Misalnya hal-hal yang bernilai positif dan negatif pada kepribadian kita.
(4) Jendela gelap. Hal-hal mengenai diri kita, tapi kita sendiri maupun orang lain tidak tahu. Ini adalah wilayah misteri dalam kehidupan.
Dan menurut saya penilaian pada seseorang termasuk pada "Jendela Buta" dan ini menjadi alasan mengapa sering kali penilaian diri kita tidak sesuai dengan keadaan atau penilai dari orang lain. Bukankah kebanyakan dari kita lebih mudah membuat daftar hal negatif pada diri kita dibandingkan dengan hal positif namun terkadang juga kita lebih mudah membicarakan hal positif pada diri kita daripada hal negatif. Dan menurut saya lagi hal ini karena"Jendela Buta" bahwa terkadang hal-hal positif dan negatif pada diri kita lebih mudah dinilai oleh orang lain dan sangat sulit kita ketahui.
Namun bagaimana bila asumsi kita terlalu jauh dengan apa yang ada pada kenyataan? Lalu, siapa diri kita sebenarnya? Apa yang kita tahu betul tentang diri kita? Apakahkita tahu tentang kelemahan dan kekuatan kita? Dan apa yang kita kira kita tahu tentang diri sendiri itulantas terbukti atau sesuai dengan kenyataan? Kalau itu kelebihan, apakah orang lain juga mengakuinya? Dan kalau itu kita kira sebagai kekurangan, apakah orang lain juga mengakui itu kekurangan kita?
Semakin mendekati jarak antara kenyataan dengan apa yang kita asumsikan tentang diri kita, itu berarti baik karena kita mengenal diri sendiri. Begitu pula sebaliknya. Semakin jauh jarak antara kenyatan dengan apa yang kita perkirakan tentang diri sendiri, artinya buruk sekali pengenalan dirikita.
"Lalu untuk apa kita mengenali diri sendiri? " Untuk menjawabnya lebih baik kita lanjutkan di post selanjutnya, sampai jumpa di post selanjutnya
Cara mengenal diri kita sendiri bagian 1
"Orang yang memiliki pengetahuan tentang alam semesta, tetapi tidak mengenal dirinya sendiri sama saja dengan tidak tau apa-apa."
Jean De La Fontaine, 1679.
Halo bloggers, readers and followers ! I'm Back ! Ya, setelah menghilang hampir 2 minggu--tidak memposting apapun-- karna adanya Ujian Kenaikan Kelas selama 2 minggu itu. Terakhir saya memposting berupa award saja, dan sebelumnya saya minta maaf atas kekosongan di blog ini, kali ini saya ingin memposting kembali apa yang seharusnya diposting di blog ini. Ok langsung saja kita masuk ke pokok pembahasan daripada hilir mudik dari artikelnya. Mau? Mau? Mau?
***
"Tok tok tok" bunyi sebuah pintu yang diketuk seseorang. “Siapa di situ?” Sebuah suara muncul dari dalam. Dengan refleks orang yang mengetuk itu menjawab “Saya, Tuan.” “Siapa kamu?” Tanyanya lagi. Ia pun menjawab “Saya Watung, Tuan.” “Apakah itu namamu?” “Benar, Tuan.” Namun orang itu malah bertanya kembali dengan nada yang sedikit meninggi “Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”
Ia pun bingung lalu berkata “Eh, saya anak lurah, Tuan.” Wajahnya mulai plonga-plongo. Dengan pertanyaan yang hampir sama orang yang berada di dalam berkata “Aku tidak bertanya kamu anak siapa. Aku bertanya siapa kamu.” Watung pun semakin bingung entah apa yang harus ia jawab, ia pun berkata “Saya seorang insinyur, Tuan.” “Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya siapa kamu?” Dengan wajah yang masih plonga-plongo , akhirnya ia menjawab dengan jawaban yang sedikit agamis. “Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.” “Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.” “Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jumat pergi jumatan ke masjid dan saya pernah kasih sedekah. Setiap lebaran, saya juga puasa dan bayar zakat.” “Aku tidak menanyakan jenismu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”
Ia pun semakin bingung, bingung tak kepalang. Hingga akhirnya ia pun pergi karena terjegal oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.
***
Kisah diatas mungkin sedikit saya adaptasi dan disesuaikan. Kisah diatas menceritakan tentang seorang yang bingung ketika ia ditanya siapakah dirinya, ia tidak mengenali dirinya sendiri, yang justru ia menjawab tentang apa-apa yang menempel pada dirinya seperti sebuah label. Entah itu nama, pekerjaan, agama, orangtua ataupun yang lainnya. Berbedaantara saya dengan tubuh saya. Saya bukanlah sekedar seseorang bernama Riz Raharyan, bukan jugaseorang manusia yang menjadi pelajar, juga bukanlah sekedar orang yang bergama islam, pergi shalat jumat dan membayar zakat, tapi semua itu adalah saya. Maka saya adalah saya.
Mengenal diri sendiri bukan sekedarmengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan.Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yangbaik dengan dirinya sendiri agar tercipta tujuan hidupnya. Mengenaldiri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri dengan tujuan mengembangkan diri.
Bagaimana mungkin kita dapat mengembangkan diri sendiri apabilamengenali diri sendiri saja kita tidak bisa. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Tuhan menciptakan kita sebagai manusia yang dasarnya hebat namun kata hebat itu hanya bisa dicapai lewat perjuangan dan proses belajar. Dalam proses belajar itulah kita perlu mengenali diri sendiri.
Apakah kalian jujur pada diri sendiri? Jika ya, maka jawablah dengan jujur, apakah kalian benar-benar mengenal diri sendiri?
Baiklah sudah dulu ya, kita lanjutkan
artikel:persemahaan dr pokok pikiran dan kehidupan yg nyata
Jean De La Fontaine, 1679.
Halo bloggers, readers and followers ! I'm Back ! Ya, setelah menghilang hampir 2 minggu--tidak memposting apapun-- karna adanya Ujian Kenaikan Kelas selama 2 minggu itu. Terakhir saya memposting berupa award saja, dan sebelumnya saya minta maaf atas kekosongan di blog ini, kali ini saya ingin memposting kembali apa yang seharusnya diposting di blog ini. Ok langsung saja kita masuk ke pokok pembahasan daripada hilir mudik dari artikelnya. Mau? Mau? Mau?
***
"Tok tok tok" bunyi sebuah pintu yang diketuk seseorang. “Siapa di situ?” Sebuah suara muncul dari dalam. Dengan refleks orang yang mengetuk itu menjawab “Saya, Tuan.” “Siapa kamu?” Tanyanya lagi. Ia pun menjawab “Saya Watung, Tuan.” “Apakah itu namamu?” “Benar, Tuan.” Namun orang itu malah bertanya kembali dengan nada yang sedikit meninggi “Aku tidak bertanya namamu. Aku bertanya siapa kamu.”
Ia pun bingung lalu berkata “Eh, saya anak lurah, Tuan.” Wajahnya mulai plonga-plongo. Dengan pertanyaan yang hampir sama orang yang berada di dalam berkata “Aku tidak bertanya kamu anak siapa. Aku bertanya siapa kamu.” Watung pun semakin bingung entah apa yang harus ia jawab, ia pun berkata “Saya seorang insinyur, Tuan.” “Aku tidak menanyakan pekerjaanmu. Aku bertanya siapa kamu?” Dengan wajah yang masih plonga-plongo , akhirnya ia menjawab dengan jawaban yang sedikit agamis. “Saya seorang Muslim, pengikut Rasulullah SAW.” “Aku tidak menanyakan agamamu. Aku bertanya siapa kamu.” “Saya ini manusia, Tuan. Saya setiap Jumat pergi jumatan ke masjid dan saya pernah kasih sedekah. Setiap lebaran, saya juga puasa dan bayar zakat.” “Aku tidak menanyakan jenismu, atau perbuatanmu. Aku bertanya siapa kamu.”
Ia pun semakin bingung, bingung tak kepalang. Hingga akhirnya ia pun pergi karena terjegal oleh sebuah pertanyaan yang sungguh sederhana: siapa dirinya yang sebenarnya.
***
Kisah diatas mungkin sedikit saya adaptasi dan disesuaikan. Kisah diatas menceritakan tentang seorang yang bingung ketika ia ditanya siapakah dirinya, ia tidak mengenali dirinya sendiri, yang justru ia menjawab tentang apa-apa yang menempel pada dirinya seperti sebuah label. Entah itu nama, pekerjaan, agama, orangtua ataupun yang lainnya. Berbedaantara saya dengan tubuh saya. Saya bukanlah sekedar seseorang bernama Riz Raharyan, bukan jugaseorang manusia yang menjadi pelajar, juga bukanlah sekedar orang yang bergama islam, pergi shalat jumat dan membayar zakat, tapi semua itu adalah saya. Maka saya adalah saya.
Mengenal diri sendiri bukan sekedarmengenal nama, alamat, usia, dan apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan.Demikian pula halnya dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan bentuk komunikasi timbal balik yangbaik dengan dirinya sendiri agar tercipta tujuan hidupnya. Mengenaldiri sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri dengan tujuan mengembangkan diri.
Bagaimana mungkin kita dapat mengembangkan diri sendiri apabilamengenali diri sendiri saja kita tidak bisa. Dengan mengenal diri sendiri, seseorang mengetahui apa yang mesti jadi tujuan hidupnya. Ia menyadari kemampuan dan bakat-bakatnya serta tahu bagaimana menggunakannya demi mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian ia lebih mampu menemukan makna dan kepenuhan dari hidupnya. Tuhan menciptakan kita sebagai manusia yang dasarnya hebat namun kata hebat itu hanya bisa dicapai lewat perjuangan dan proses belajar. Dalam proses belajar itulah kita perlu mengenali diri sendiri.
Apakah kalian jujur pada diri sendiri? Jika ya, maka jawablah dengan jujur, apakah kalian benar-benar mengenal diri sendiri?
Baiklah sudah dulu ya, kita lanjutkan
artikel:persemahaan dr pokok pikiran dan kehidupan yg nyata
Owh enrekang qhu dan sman 1 anggeraja tercinta
Gunung ajaib di Enrekang
Sebagai putera enrekang tentu saja memperkenalkan budaya maupun potensi daerah Enrekang adalah salah satu tugas penting. Beberapa potensi daerah Enrekang nampak abstrak bagi daerah tetangganya, kurangnya publikasi akan potensi Enrekang adalah persoalannya.
Entri blog kali ini saya akan menguraikan indahnya kenampakanalam wilayah Enrekang yg salah satunya adalah gunung Cekong.
Gunung cekong yg dikenal oleh penduduk setempat sebagai buntu cekong adalah sebuah gunung di desa lambadoko,kec Anggeraja,Kab. Enrekang. Dengan luas sekitar 2000 m ditambah dengan pemandangan yg indah dari, wajar saja gunung ini menjadi gunung fenomenal di enrekang.
Asal muasal dinamakan gunung cekong masih kurang jelas, konon katanya pada saat jaman penjajahan, jepang berniat membangun tambang di daerah tersebut namun kurang jelas tambang apa, dengar-dengar sesumbar katanya sih tambang minyak, maybe…….. alasannya karena daerah soil di atasnya subur (soil ituartinya tanah dalam terapan ilmu geologi), tapi apakah daerah soil berpengaruh dengan kandungan minyak dibawahnya, mesir saja yg kering ada jadi raja minyak. Menurut saya sebagai seorang calon geologis itu tidak realistis tanpa dasar apa-apa, hmmmm…. tapisiapa tahu orang jepang dulu menemukan minyak. Kemungkinan besar yang terkandung di gunung Cekong adalah batu marmer yang tersebar dari daerah Baroko sampaigunung Lakawan dan termasuk gunung Cekong ini. Batu marmer merupakan salah satu batuan metamorf dan tidak berfoliasi, dan terbentuk sebagai batu Marmer karena mengalami metamorfisme dari batu gamping, di daerah enrekang 2/3 wilayahnya adalah pegunungan dan hampir keseluruhannya adalah batu gamping dengan kemungkinan paling besar mengalami metamorfisme kontak dan menjadi batu marmer.
Koq jadi membahas batu marmer ya,,,maklum anak batu, eh salah calon geologis,,,,amin…
View yg dapat di nikmati langsung dari atas gunung cekong ini sangat fantastis, indah nian lekukan desa Cakke, Tontonan dan sekitarnya nampak jelas, relief keseluruhan kecamatan Anggeraja yg berbukit bisa langsung tergambar, tebing Mandu yg menjadi mahkota besar desa Tontonan pujaan para pemanjat tebing bhakan terlihat kecil dari gunung ini.
Secara keseluruhan gunung ini adalah padang rumput luas dengan sejumlah pohon pinus dan angin gunung yg membuat gambaran tersendiri, namun beberapa wilayahnya juga merupakan kebun penduduk sekitar. Tata guna lahan sebagai kebun disertai beberapa hewan ternak tidak menghambat peminat gunung Cekong untuk datang, anak sekolah, masyarakat sekitar dan pendatang dari daerah lain bahkan datang hanya untuk mengunjungi gunung ini.
Selain sebgai daerah wisata gunungini juga digunakan sebagai tempat perkemahan, latihan pramuka maupun PMR dan Tae kwon do dari SMAN 1 ANGGERAJA, cukup menjamin dilihat dari luasnya daerah ini.
Namun banyaknya pengunjung malah menimbulkan kontra dari tetua masyarakat sekitar, gunung Cekong yg terkenal ini berubah katanya menjadi gunung mesum, pengunjung bukan hanya sekedar menikmati pemandangan namun juga sebagai tempat pacaran, apalagi tempat ini tidak resmi sebagai daerah wisata..hm hm hm,,,dasar anak muda. Semakin menyebarnya berita tersebut maka pandangan public terhadap gunungcekong beruubah drastic, bahkan sekarang sudah dilarang untuk mengunjunngi gunung ini oleh masyarakat sekitar.
Kasihan juga gunung ini, pemandangan indah terisolasi akibat opini tidak jelas dan pandangan seronok citraan para pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Harapan penulis supaya gunung Cekong menjadi daerah wisata dengan pengawasan berstandar, suatu harikelak semoga harapan ini terwujud….amin
Sebagai putera enrekang tentu saja memperkenalkan budaya maupun potensi daerah Enrekang adalah salah satu tugas penting. Beberapa potensi daerah Enrekang nampak abstrak bagi daerah tetangganya, kurangnya publikasi akan potensi Enrekang adalah persoalannya.
Entri blog kali ini saya akan menguraikan indahnya kenampakanalam wilayah Enrekang yg salah satunya adalah gunung Cekong.
Gunung cekong yg dikenal oleh penduduk setempat sebagai buntu cekong adalah sebuah gunung di desa lambadoko,kec Anggeraja,Kab. Enrekang. Dengan luas sekitar 2000 m ditambah dengan pemandangan yg indah dari, wajar saja gunung ini menjadi gunung fenomenal di enrekang.
Asal muasal dinamakan gunung cekong masih kurang jelas, konon katanya pada saat jaman penjajahan, jepang berniat membangun tambang di daerah tersebut namun kurang jelas tambang apa, dengar-dengar sesumbar katanya sih tambang minyak, maybe…….. alasannya karena daerah soil di atasnya subur (soil ituartinya tanah dalam terapan ilmu geologi), tapi apakah daerah soil berpengaruh dengan kandungan minyak dibawahnya, mesir saja yg kering ada jadi raja minyak. Menurut saya sebagai seorang calon geologis itu tidak realistis tanpa dasar apa-apa, hmmmm…. tapisiapa tahu orang jepang dulu menemukan minyak. Kemungkinan besar yang terkandung di gunung Cekong adalah batu marmer yang tersebar dari daerah Baroko sampaigunung Lakawan dan termasuk gunung Cekong ini. Batu marmer merupakan salah satu batuan metamorf dan tidak berfoliasi, dan terbentuk sebagai batu Marmer karena mengalami metamorfisme dari batu gamping, di daerah enrekang 2/3 wilayahnya adalah pegunungan dan hampir keseluruhannya adalah batu gamping dengan kemungkinan paling besar mengalami metamorfisme kontak dan menjadi batu marmer.
Koq jadi membahas batu marmer ya,,,maklum anak batu, eh salah calon geologis,,,,amin…
View yg dapat di nikmati langsung dari atas gunung cekong ini sangat fantastis, indah nian lekukan desa Cakke, Tontonan dan sekitarnya nampak jelas, relief keseluruhan kecamatan Anggeraja yg berbukit bisa langsung tergambar, tebing Mandu yg menjadi mahkota besar desa Tontonan pujaan para pemanjat tebing bhakan terlihat kecil dari gunung ini.
Secara keseluruhan gunung ini adalah padang rumput luas dengan sejumlah pohon pinus dan angin gunung yg membuat gambaran tersendiri, namun beberapa wilayahnya juga merupakan kebun penduduk sekitar. Tata guna lahan sebagai kebun disertai beberapa hewan ternak tidak menghambat peminat gunung Cekong untuk datang, anak sekolah, masyarakat sekitar dan pendatang dari daerah lain bahkan datang hanya untuk mengunjungi gunung ini.
Selain sebgai daerah wisata gunungini juga digunakan sebagai tempat perkemahan, latihan pramuka maupun PMR dan Tae kwon do dari SMAN 1 ANGGERAJA, cukup menjamin dilihat dari luasnya daerah ini.
Namun banyaknya pengunjung malah menimbulkan kontra dari tetua masyarakat sekitar, gunung Cekong yg terkenal ini berubah katanya menjadi gunung mesum, pengunjung bukan hanya sekedar menikmati pemandangan namun juga sebagai tempat pacaran, apalagi tempat ini tidak resmi sebagai daerah wisata..hm hm hm,,,dasar anak muda. Semakin menyebarnya berita tersebut maka pandangan public terhadap gunungcekong beruubah drastic, bahkan sekarang sudah dilarang untuk mengunjunngi gunung ini oleh masyarakat sekitar.
Kasihan juga gunung ini, pemandangan indah terisolasi akibat opini tidak jelas dan pandangan seronok citraan para pengunjung yang tidak bertanggung jawab. Harapan penulis supaya gunung Cekong menjadi daerah wisata dengan pengawasan berstandar, suatu harikelak semoga harapan ini terwujud….amin
Rabu, 23 Maret 2011
sahabat
sahabat bisa berubah menjadi kekasih,tapi berapa seringkah kita melihat kekasih yang berpisah dan menjadi sahabat?perpisahan dalam cinta menorehkan luka dan perasahan bersalah pada masing-masing pihak,karena gagal membuktikan kepatasannya bagi cinta yang indah dan langgeng,yang biasanya di ungkapkan sebagai agresifitas,
Langganan:
Postingan (Atom)