Oh ya berhubung artikel yang akan saya bahas kali ini cukuppanjang karena disertakan beberapa cerita inspiratif maka saya membaginya dalam beberapa seri seperti biasanya. Ya topik kita kali ini adalah masalah. Ya kata"masalah" mungkin sudah tak asing lagi kita dengar, bahkan kata"masalah" telah menjadi hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita dan hal itu telah menjadikannya bernilai negatif. Tapi ya mana mungkin? Bukankah Tuhan menciptakan sesuatu dengan segala manfaat dan alasan? Maka dari itu, mungkin disini saya akan meluruskan poin ini. Langsung saja, here we go... Mau? Mau? Mau?
***
M asalah, masalah dan masalah yang memang selalu kita hadapi dalam hidup ini. Kata-kata masalah memang sudah tak asing bahkan telah bercampur pilu dengan memori-memori kehidupan kita. Masalah adalah salah satu kata yang dapat memutar kembali tayangan-tayangan kehidupan yang bersemayam di pikiran kita. Masalah adalah satu hal yang dapat membuat kita menangis, putus asa dan terpuruk namun ia dapat merubah kita menjadi satu sosok yang lebih baik dari sebelumnya.
Kesalahan Presepsi
Di post sebelumnya pernah saya katakan bahwa kehidupan ini dipengaruhi oleh presepsi, beda presepsi maka berbeda pula hasil akhir yang didapat. Dan begitu puladalam kategori masalah ini, banyak orang beranggapan bahwa kita harus menghindari masalah, banyak orang yang mencari-cari tips untuk menghindari masalah tapiapa yang terjadi? Apakah hidup mereka menjadi aman damai dan tentram dari masalah?
Dalam hidup seringkali kita dihadapkan kepada sebuah pilihan dan dibalik pilihan itu pasti selalu ada masalah yang menanti kita. Dan ketika saat itu tiba kita pasti menimbang-nimbang pilihan yang harus kita ambil. Ya memang tidak salah, pemikiran dan pertimbangan adalah hal yang bijaksana. Namun bagaiman jika kita takut dengan masalah dan hal itu membuat kita menghindarinya? Kalau menurut saya sendiri, masalah itu bukanlah hal yang patut kita takuti. Tak sedikitpun.
Masalah hanyalah sebuah cobaan, dapat berupa sebuah teguran dari Tuhan. Masalah bukanlah untuk dihindari melainkan untuk dijalani, justru dengan menghindari hanya akan melahirkanmasalah yang baru namun dengan kita menjalani suatu masalah dan dapat menyelesaikan pada akhirnya kita akan mengalami evolusi perubahan sikap yang lebih baik. Untuk lebih memahaminya kitasimak kisah dibawah ini.
***
Terpetiklah sebuah kisah tentang adanya seorang anak lelakiyang dengan riangnya bermain-main dibawah rindangnya sebuah pohon. Ketika sedang asiknya bermain, tak sengaja ia melihat sebuah kepompong bergelantungan, anak itupun diam, ia penasaran dan tertarik dengan kepompong itu. Perlahan ia mendekatinya dan diambilnya kepompong tersebut dan tampaklah ada sebuah lubang kecil disana.
Anak itu tertegun mengamati lubang kecil tersebut karena terlihat ada seekor kupu-kupu yang sedang berjuang untuk keluar membebaskan diri melalui lubang tersebut. Ya kepompong ini akan bermetamorfosis menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia berjuang, berjuang untuk keluar dan dapat menghirup udara segar. Kupu-kupu itu terus mencoba untukmelewati lubang tersebut yang bahkan tak lebih besar dari ukuran badannya sendiri. Namun suatu saat Ia berhenti, ia terlalu lelah untuk bisa keluar. Kupu-kupu itupun berbisik pada anak lelaki yang sedari tadi memperhatikannya"Tolonglah aku, aku terlalu besar untuk dapat keluar dari lubang ini" Melihat usahanya yang sia-sia si anak menjadi iba dan mengambil keputusan untuk membantu si kupu-kupu keluar dari kepompongnya
Anak itupun merasa iba, dengan cekatan ia mengambil sebuah gunting dan berusaha mengeluarkan kupu-kupu tersebut. Dengan hati-hati ia mencoba membuka kulit kepompong dan Eureka ! Kulit kepompong pun dapat terbuka sehingga si kupu-kupu pun dapat menghirup udara segar, kupu-kupu tersebut merasa sangat senang ia mencoba mengembangkan sayapnya dan terbang ! Dan Haapp.. apa yang terjadi? Kupu-kupu tersebut terjatuh, ia tidak bisa terbang, mungkin sayapnya yg kecil tidak bisa mengangkat tubuhnya yang terlalu penuh dengan cairan itu. Ya, seharusnya kupu-kupu tersebut melewati lubang kecil yag ada pada ujung kulit kepompong tersebut dengan begitu cairan yang ada ditubuhnya dapat tertekan dan tersalur kepada sayapnya sehingga sayapnya dapat mengembang dan melebar. Namun apa daya? Nasi telah menjadi bubur, kupu-kupu cacat seumur hidup, ia menghabiskan sisawaktu hidupnya dengan menggeliatmengelilingi anak tersebut.
Anak itupun sadar, ia salah menilai. Usaha yang ia lakukan hanya memperburuk keadaan. Tidak seharusnya ia membantu keluar kupu-kupu itu, karena bahwa sesungguhnya perjuangan dan keberhasilan kupu-kupu itu melewati lubang dengan kekuatan sendiri adalah momen dimana kupu-kupu telah berkembang menjadi sesosok kupu-kupu dewasayang kuat, yang dapat mengembangkan sayapnya dan terbang bersama rekannya melintasi cakrawala
***
Masalah Hadir Bukan Tanpa Alasan
Ya masalah yang diberikan oleh Tuhan untuk kita adalah sebuah kebaikan untuk kita sendiri. Ingat? Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu tanpa sebab dan manfaat. Masalah tidak hadir dengan tanpa alasan begitu saja. Justru masalah inilah yang membuat terus kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.
Tuhan tidak bodoh dengan menciptakan masalah untuk kita. Justru karena Dia sayang pada kitaumat manusialah masalah itu diciptakan sedemikian rupa. Namun, jika kita sadari di Kitab Suci (Al-Qur’an) pun Allah bersabda dan menjanjikan yang intinya adalah masalah yang diturunkan kepada kita, tidak akan pernah melebihi batas kemampuan kita untuk menyelesaikannya.
Artinya, Allah sudah tahu seberapa besar kemampuan kita untuk menerima masalah tersebut. Orang yang sangat amat lemah, tentu porsi masalahnya lebih sedikit. Sedangkan orang yang punya banyak kelebihan, masalahnya juga banyak. Coba bandingkan, karyawan sama pemilikbisnis masalahnya banyak mana? Ya pemilik bisnis lah. Karena masalah karyawan juga ikut menjadi masalah pemilik bisnis. Tuhan tidak memberikan kita sesuatu dengan sia-sia, meski itu sebuah nikmat. Ia akan memberikan cobaan-Nya terlebih dahulu dan menguji apakah kita pantas menerima nikmat-Nya atau tidak. Bukankah kita lebih bahagia ketika berhasil mendapatkan sesuatu dengan kerja keras?
“Kita meminta kekuatan, dan TUHAN memberi kita kesulitan untuk kita hadapi dan membuat kitajadi kuat. Kita meminta kebijaksanaan, dan Tuhan memberikita masalah-masalah yang harus dipecahkan. Kita meminta kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan dan kekuatan untuk bekerja. Kita meminta Keberanian, dan Tuhan memberikan masalah untuk dihadapi. Kita meminta cinta dan Tuhan memberi kita orang-orang untuk kita bantu. Kita meminta pertolongan dan Tuhan memberi kita kesempatan"
“Tidak pernah dicapai sesuatu yang sangat baik, kecuali oleh mereka yang berani percaya bahwa sesuatu di dalam diri mereka itu unggul dibandingkan keadaan “ – Bruce Barton
To be continued ...
Terimakasih dan semoga bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar